Aktual.co.id – Kegiatan penguatan branding UMKM bertajuk “Strategi UMKM dalam Sustainable Business” digelar pada Senin, 2 Maret 2026, di Balai RW 02 Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Program ini merupakan inisiatif Kelompok 4 KKN SDGs Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Acara tersebut menghadirkan Wisnu Setiadarma, S.AP, sebagai narasumber utama yang dikenal sebagai Founder Stdrma Photograph dan pelaku bisnis di berbagai sektor. Ia juga merupakan owner Kedai Roemah Akiq serta Direktur CV. Erha Kencana Abadi yang berpengalaman dalam pengembangan usaha.
Dalam sesi pemaparan, Wisnu menekankan pentingnya pemahaman dasar dalam menjalankan bisnis, terutama bagi pelaku UMKM. Ia menjelaskan bahwa identifikasi pasar yang tepat menjadi kunci dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Selain itu, ia juga menguraikan strategi dalam menarik kepercayaan investor serta memperkuat identitas merek. “Branding yang kuat dan konsisten akan membantu UMKM bertahan dan berkembang di tengah persaingan digital,” kata dia.
Para peserta yang terdiri dari pelaku UMKM lokal Sidotopo mendapatkan pendampingan langsung terkait strategi pemasaran modern. Mereka diajak memahami cara meningkatkan brand awareness melalui media sosial dan memanfaatkan sistem affiliate marketing dalam platform e-commerce.

Ketua Kelompok 4 KKN SDGs, Rashad Nawfal, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pelaku UMKM lokal. Ia menilai bahwa pemanfaatan media sosial sangat krusial untuk memperluas jangkauan pasar di era digital.
“Melalui kegiatan ini, kami berdiskusi secara langsung dengan pelaku UMKM mengenai pentingnya membangun identitas merek dan memanfaatkan platform digital. Harapannya, para pelaku usaha dapat lebih percaya diri dalam memasarkan produk dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” ujar Rashad.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Mohammad Syarrafah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menyebut bahwa mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga hadir memberikan solusi konkret bagi masyarakat.
“Program ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha dalam menjawab tantangan UMKM di era digital. Pendampingan seperti ini diharapkan mampu mendorong transformasi bisnis yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan,” ungkap Mohammad Syarrafah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di Kelurahan Sidotopo mampu meningkatkan kualitas produk dan memperkuat daya saingnya. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya menciptakan UMKM yang mandiri dan berorientasi pada keberlanjutan.
(Penulis: Mohammad Syarrafah/Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)
