Aktual.co.id – Keterlibatan ayah dalam mengambil raport menunjukkan adanya kepedulian dari ayah tersebut kepada anaknya, demikian ungkap dr. Riko Lazuardi, Sp.KJ, spesialis kedokteran jiwa RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya.
“Hal ini bermanfaat tidak hanya bagi anak yang merasa mendapat perhatian dari kedua orang tuanya, namun juga bagi ibu, karena bisa membantu meringankan beban mental ibu, dalam pengasuhan anak,” katanya.
Menurut dr. Riko peran ayah sangat besar, karena kehadirannya bisa jadi ‘safe place’ bagi anak dan ibu. “Ayah yang hadir secara emosional, membuat perkembangan anak menjadi lebih baik, merasa lebih aman, dan membantu anak membentuk pola relasi yang sehat di masa depan,” ungkap dr.Riko.

Terkait gender peran ayah tidak berbeda, baik bagi anak laki-laki atau Perempuan, karena kehadirannya memberikan pengayoman, rasa aman, dan melengkapi sisi pengasuhan yang belum maksimal diberikan oleh ibu.
“Contohnya fungsi bermain, bercanda dan lain lain. Karena seringkali ibu banyak fokus di kedisiplinan, yang sering kali dipersepsikan bahwa ibu lebih cerewet dibanding ayah,” jelasnya.
Khusus untuk anak laki-laki, peran ayah menjadi role model dalam keluarga dan menjadi sosok yang bertanggung jawab.
Sedangkan peran khusus untuk anak perempuan pembentuk pola relasi yang sehat bagi anak perempuan, dengan mencontoh bagaimana ayah dan ibu berelasi secara sehat.
Terkait program mengambil raport oleh ayah yang dicanangkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga luBerencana Nasional (BKKBN), dr Riko mengatakan, program ini untuk meningkatkan awareness bagi orang tua, khususnya ayah.
“Bahwa pengasuhan adalah tanggung jawab kedua orang tua, tidak hanya ibu saja. Jadi, ayah yang terlibat mengambil raport, bisa jadi pintu masuk bagi ayah untuk mengetahui perkembangan anaknya, yang bisa ditindak lanjuti bersama ibu nanti,” ungkapnya.
Pada dasarnya tumbuh kembang anak peran kehadiran ayah dan ibu memiliki peran yang sama – sama penting dan saling melengkapi. Keduanya perlu hadir secara optimal, agar anak tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat.
Sebelumnya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga luBerencana Nasional (BKKBN) meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah.
Gerakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Kemendukbangga/BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Anak ke Sekolah yang ditandatangani oleh Kepala BKKBN Wihaji pada 1 Desember 2025. (ndi)
