Aktual.co.id – Media sosial kini bukan sekadar tempat berbagi foto dan video, tetapi juga menjadi sarana penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen lebih luas. Namun, tidak semua pelaku UMKM memiliki kemampuan mengelola media sosial secara optimal untuk mengembangkan usahanya.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur turun langsung membantu pelaku UMKM mengembangkan strategi branding melalui media sosial.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada 16 Oktober 2026, delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi memberikan pendampingan kepada Crunsbel Bite, usaha cookies rumahan milik Endras Wahyuni asal Jombang.
Kedelapan mahasiswa tersebut adalah Iin, Isna, Zavi, Zalfa, Ganes, Kaneisha, Rara, dan Nabila. Mereka membantu pemilik usaha memperbaiki tampilan akun Instagram, menyusun strategi konten, hingga meningkatkan interaksi dengan calon konsumen.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Manajemen Humas yang diampu dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur, Dra. Diana Amalia. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori komunikasi di ruang kelas, tetapi juga mampu menerapkannya untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pendampingan diawali dengan mengamati pengelolaan akun Instagram @crunsbel.bite. Dari hasil observasi, mahasiswa menemukan sejumlah persoalan, mulai dari tampilan unggahan yang belum konsisten hingga aktivitas akun yang relatif pasif.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan pemilik usaha dalam mengelola media sosial sebagai sarana promosi. Berangkat dari temuan itu, mahasiswa mulai menyusun strategi pembenahan. Mereka mendesain ulang tampilan visual, menata unggahan agar lebih menarik, serta memproduksi konten video pendek atau reels untuk memperkenalkan produk Crunsbel Bite kepada pengguna Instagram.
Tidak berhenti pada perbaikan tampilan, mahasiswa juga membantu menyusun narasi promosi atau caption yang lebih komunikatif. Mereka memperkenalkan teknik copywriting dengan penggunaan kalimat persuasif dan ajakan bertindak (call to action) untuk mendorong calon konsumen berinteraksi maupun melakukan pemesanan.
Salah seorang perwakilan tim mahasiswa menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pendampingan tersebut adalah bagaimana membuat akun Instagram UMKM terlihat lebih menarik tanpa menghilangkan karakter produknya.
“Awalnya kami melihat produk Crunsbel Bite sebenarnya memiliki potensi untuk dipasarkan lebih luas. Hanya saja, pengelolaan Instagram belum maksimal. Karena itu, kami mencoba membantu dari penataan konten, desain visual, hingga cara membuat pesan promosi yang lebih menarik agar produknya semakin dikenal masyarakat,” ungkap perwakilan mahasiswa.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Jumlah pengikut akun Instagram @crunsbel.bite yang semula hanya 14 meningkat menjadi 49 pengikut setelah dilakukan pendampingan.
Selain bertambahnya pengikut, interaksi pengguna terhadap konten yang diunggah juga mengalami peningkatan. Bahkan, sejumlah unggahan turut mendorong bertambahnya pesanan produk cookies tersebut.
Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Humas, Diana Amalia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan teori komunikasi dalam kehidupan nyata.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa membangun branding bukan hanya soal membuat konten yang menarik. Mereka harus mampu mengidentifikasi persoalan, memahami karakteristik audiens, menyusun strategi komunikasi, hingga mengevaluasi hasilnya. Jadi, teori manajemen humas yang dipelajari di kelas benar-benar diterapkan untuk membantu pelaku UMKM,” jelas Diana.
Menurutnya, kemampuan mengelola komunikasi digital menjadi semakin penting bagi pelaku UMKM di tengah perubahan perilaku konsumen yang kini banyak mencari informasi produk melalui media sosial.
Karena itu, mahasiswa juga diajak memahami tahapan manajemen humas, mulai dari identifikasi persoalan (fact finding), perencanaan strategi komunikasi, pelaksanaan program, hingga evaluasi berdasarkan capaian konten.
Mereka belajar membaca data analitik atau insight Instagram untuk mengetahui efektivitas konten yang telah dipublikasikan. Dengan demikian, strategi promosi tidak hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga mempertimbangkan respons dan karakteristik audiens.
“Harapannya, mahasiswa tidak sekadar menyelesaikan tugas mata kuliah, tetapi juga mampu memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Sementara bagi pelaku UMKM, pendampingan ini diharapkan menjadi bekal agar mereka semakin percaya diri dan mandiri dalam memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan usahanya,” tambah Diana.
Bagi Endras Wahyuni, pendampingan mahasiswa tersebut tidak hanya membantu memperbaiki tampilan akun Instagram usahanya, tetapi juga memberikan pengetahuan baru dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Program tersebut turut mendorong kepercayaan dirinya untuk mengelola akun Instagram Crunsbel Bite secara mandiri.
Ke depan, mahasiswa bersama pemilik usaha berencana melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan akun sekaligus mengoptimalkan berbagai fitur Instagram untuk memperluas jangkauan promosi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain mengasah kemampuan mahasiswa dalam merancang strategi komunikasi digital, kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu UMKM meningkatkan daya saing dan mengembangkan ekonomi lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
(Penulis: Diana Amalia – Dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur)
