Aktual.co.id – Banyak orang tidak menyadari jika dirinya dijauhi oleh orang lain. Ditinggalkan oleh orang dekat diakibatkan oleh tindakan dirinya sendiri.
Ketika orang ini tengah berada di lingkungan sosial, dirinya dijauhi karena sikapnya yang manipulatif. Menurut psikolog dan penulis kepribadian Daniel Mabanta membagikan sifat seseorang yang berpotensi untuk dijauhi.
Menyela Setiap Diajak Bicara
Ada yang menyela karena bersemangat, ada pula yang karena tidak sabar. Apa pun caranya, pesan yang dikirimkannya sama: apa yang dikatakan lebih penting daripada apa yang orang lain katakan.
Sekalipun tidak bermaksud begitu, hal itu perlahan-lahan membuat orang-orang merasa lelah. Akhirnya lambat laun orang lain akan menjauhi orang tersebut.
Tidak Mengajak Dialog dengan Baik
Ketika seseorang tengah membagikan sesuatu, entah kabar baik atau cerita, maka orang ini tidak memperhatikan dengan baik. Dia seolah menunggu kapan bisa menyela atau berbicara tentang dirinya. Sikap seperti ini bentuk ketidakpedulian terhadap lawan bicara. Tidak ada salahnya untuk menyimak dan mendengarkan cerita yang disampaikan oleh lawan bicara tersebut.
Obrolan Berfokus pada Diri Sendiri
ketika obrolan lebih fokus pada diri sendiri maka akan memunculkan ketikdaknyamanan ketika bersama orang tersebut.
Orang lain mulai merasa hanya karakter pendukung dalam cerita tersebut, bukannya setara dalam ruang bersama. Pada akhirnya, akan berhenti berbagi sama sekali. Bukan karena marah, tetapi karena pasrah secara diam-diam.
Menanggapi Kerentanan dengan Lelucon
Humor itu indah. Tetapi bagaimana jika pembicaraan melontarkan lelucon dengan menanggapi kerentanan yang dihadapi oleh lawan bicara.
Misalnya, “Halah, begitu saja kok dipikirin.”
“Wes lupakan saja, move on dong.”
Ucapan ini bukan menambah semangat melainkan menjatuhkan mental lawan bicara. Jika obrolan ini terjadi maka suasana menjadi tidak nyaman.
Tidak Pernah Mengucapkan Terima Kasih
Namun, ketika orang-orang berusaha keras untuk hadir di dekat, membawakan makanan, menawarkan dukungan namun tak mendengar ucapan “terima kasih”, hal itu merusak hubungan.
Seiring berjalannya waktu, orang-orang berhenti menawarkan bantuan. Bukan karena mereka egois, melainkan alam bawah sadar tetap membutuhkan penghargaan. Mendapatkan ucapan terima kasih akan membangun kedekatan. Dianggap remeh akan membangun jarak.
Menyimpan Dendam dan Mencatat Skor
Memaafkan memang bukan hal yang mudah. Namun jika mengungkit luka lama setiap kali terjadi perselisihan, atau mengingat kesalahan, orang lain akan merasa tidak nyaman untuk mendekat.
Pada suatu saat, orang lain akan memutuskan untuk tidak berjalan di dekatnya sama sekali. Dan perilaku memilih teman karena skor kenyamanan juga membuat seseorang menjauh darinya.
Selalu Ingin Benar
Beberapa orang mengubah setiap perselisihan menjadi ruang sidang. Orang ini tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi tanpa membuktikan maksudnya.
Sikap saling mengungguli yang tidak membangun kedekatan hal itu malah membuat orang lelah. Terkadang, koneksi lebih penting daripada kebenaran.
Jarang Memulai Kontak
Memang tidak jahat atau kasar, namun sikap menunggu untuk dihubungi adalah perilaku akan dijauhi oleh orang lain. Tentu kebiasaan ini akan membuat orang lain menjadi tidak nyaman sehingga menananyakan apa kepentingannya untuk menghubungi dirinya.
Tetapi karena mereka bosan selalu melakukan pekerjaan itu. Koneksi adalah jalan dua arah. Dan jika tidak pernah mengambil langkah pertama, akan berakhir berjalan sendirian. (ndi)
